Home > Uncategorized > Permasalahan Pengangguran di Indonesia

Permasalahan Pengangguran di Indonesia

Masalah pengangguran masih tetap merupakan masalah pokok perekonomian Indonesia. Namun pemerintah tetap saja mengklaim bahwa perekonomian Indonesia berjalan maju, sejak Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu sampai saat ini.

Kita pun paham mengapa pemerintah berkata seperti itu. Namun masyarakat tetap tidak mengerti ukuran yang dipakai pemerintah.. Ukuran yang dipakai pemerintah tidak sesuai dengan ukuran nyata yang berjalan. Hal seperti inilah yang dikhawatirkan terjadi jika kebijakan yang dijalankan tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.

Hendaknyalah kebijakan dan permasalahan berjalan seiring. Pengangguran bisa diselesaikan jika ada perluasan kegiatan ekonomi. Tanpa perluasan kegiatan ekonomi pengangguran tetap tidak dapat diselesaikan. Jadi perlu ada investasi baru atau investasi perluasan, yang mengharuskan perusahaan secara ekonomis menambah tenaga kerja.

Menciptakan peluang kerja atau menekan jumlah tenaga kerja menganggur tidak bisa dipaksakan melalui kebijakan maupun peraturan yang bersifat non ekonomi. Ia tidak bisa disihir dengan mengatasinya secara ‘cespleng’ dan dalam waktu singkat. Menyelesaikan masalah tenaga kerja menganggur adalah sebuah proses kerja ekonomi, yang berjangka menengah atau panjang.

Apa yang terjadi saat ini. Pemerintah menambah pegawai negeri dengan maksud untuk mengurangi tenaga kerja menganggur. Tindakan ini sebagai tindakan bunuh diri. Pemerintah menambah beban yang berkelanjutan karena menambah jumlah pegawai negeri di saat tidak diperlukan. Sekadar untuk mengurangi jumlah tenaga kerja yang menganggur saja..

Oleh sebab itu selesaikanlah masalah pengangguran secara sungguh sungguh sesuai dengan tatakerja yang seharusnya. Kita sependapat terjadinya penambahan pegawai pemerintah jika seiring dengan pertambahan tugas dan fungsi organisasi/instansi pemerintah secara tetap. Tapi hal tersebut harus teruji dari semakin baiknya pelayanan publik. Jadi ada ukurannya.

Indonesia tetap tidak bisa bangkit dengan anggaran pembangunan yang semakin kecil. Cara cara yang seperti dilakukan pemerintah akan menciptakan beban yang berkepanjangan, yang justru akan memperbesar masalah itu sendiri bukan menghilangkan masalah. Kita sepakat bahwa jumlah tenaga kerja yang menganggur harus dikurangi. Tapi caranya bagaimana.

Cara yang ditempuh haruslah melalui pengembangan perekonomian. Tidak ada cara lain. Jadi kalau pemerintah hendak mengurangi jumlah tenaga kerja menganggur kembangkanlah perekonomian. Kebijakan pengembangan ekonomi inilah yang harus dipikirkan dan dilaksanakan secara sungguh sungguh.

Dengan kata lain, harus ada gerak yang seirama antara kebijakan pemerintah dengan kepentingan pengusaha didalam memajukan dan mengembangkan perusahaan dalam jangka panjang. Dengan cara ini pengusaha akan terdorong maju dan lapangan kerja akan tercipta, tenaga kerja menganggur dapat dikurangi. Keseiramaan inilah yang kadangkala tidak terlihat, terutama karena tidak sinkronnya lembaga lembaga pemerintah menjalankan fungsinya.

Pada dasarnya penganggur adalah tenaga kerja produktif yang ingin bekerja tapi pekerjaan itu tidak tersedia. Ia terpaksa menganggur (involuntary unemployment). Secara makro masalah pengangguran adalah tanggung jawab pemerintah. Salah satu tugas pemerintah adalah untuk menyelesaikan masalah ini melalui suatu pembangunan ekonomi.Itulah sebabnya pengangguran yang berjalan sebagai salah satu kriteria untuk mengukur keberhasilan pemerintah. Semakin kecil jumlah tenaga kerja yang menganggur berarti semakin baik kinerja pemerintah di bidang ekonomi. Selama ini Pemerintah melihat pengangguran dari sudut pisiknya, melihat kepada manusianya

Pengangguran harus dilihat dari tenaga manusia yang tidak terpakai / yang tidak dimanfaatkan (physically ataupun competency), dari perannya (service) yang hilang. Itulah sebabnya dikatakan bahwa pengangguran adalah kerugian bagi ekonomi ( cost to economy).

Jadi menurut saya masalah pengangguran ini harus diperhitungkan matang-matang. Karena itu menyangkut masalah rakyat indonesia yang dapat mengakibatkan nama indonesia jelek. jadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah itu yaitu ” karyawan yang sudah lanjut usia sebaiknya dipensiunkan agar pengusaha muda dapat meneruskan pekerjaan yang telah di lakukan oleh karyawan yang sudah lanjut usia, agar pengusaha muda dapat nenujukan kualitas bekerjanya di dunia kerja.  Atau pengangguran diberikan fasilitas Negara untuk melanjutkan ke BLK agar mendapatkan ijazah untuk dia bekerja di dunia industri. Selain itu bisa juga dengan industri mengadakan sekolah indutri yang dibiayai oleh industri agar pengangguran yang keluar dari sekolah tersebut dapat menimbulkan bibit unggul untuk masa depan industri dan Indonesia.”

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: